Cari Blog Ini

Minggu, 29 November 2020

Biaya Dan Cara Mengurus SIM Hilang Terupdate

Adakalanya SIM Hilang, Berikut Cara Dan Biaya Untuk Mengurusnya. Ternyata Tidak Ribet Dan Tidak Mahal.










Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan kartu yang wajib dimiliki oleh setiap pengendara baik roda dua maupun yang lainnya. SIM merupakan tanda bukti resmi dari kepolisian bahwa Anda sudah memiliki kompetensi untuk membawa kendaraan di jalan raya.

 

Tidak memiliki atau membawa SIM saat mengendarai kendaraan bermotor akan membuat Anda berurusan dengan hukum yakni akan dilakukan penilangan. Sanksi yang diberikan bisa berupa denda atau tindakan lainnya yang dianggap perlu dilakukan oleh petugas berwajib.

 

Buatlah Surat Keterangan Kehilangan









Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melaporkan kehilangan SIM Anda kepada pihak berwajib, bisa di polsek atau di polres yang menjadi wilayah hukum pada saat Anda kehilangan SIM tersebut.  Data yang diperlukan pada saat mengurus surat kehilangan adalah KTP dan jika ada bawalah fotokopi SIM Anda. Surat kehilangan tersebut nantinya berguna untuk mengurus SIM yang hilang saat di Satpas.

 

Kunjungi Satpas Terdekat

Kunjungi  Satpas terdekat yang sesuai dengan wilayah tempat tinggal Anda. Jika Anda berada di Jakarta, silahkan datangi Satpas yang berada di Daan Mogot. Jangan lupa untuk membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) beserta fotokopinya, fotokopi SIM yang hilang (jika ada), dan surat kehilangan dari kepolisian.

 

Sebenarnya, data SIM Anda sudah ada di data arsip Satpas. Walaupun demikian, kemungkinan SIM Anda tidak terdata juga bisa terjadi. Jadi, lebih baik sertakan fotokopi SIM yang hilang sebagai bukti penguat bahwa Anda sudah pernah memiliki SIM sebelumnya.

 

Buatlah Surat Keterangan Kesehatan

Setelah sampai di Satpas dan semua dokumen sudah dilengkapi, datangi loket kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, seperti tensi darah, tes mata, dan sebagainya. Tes kesehatan tidak begitu lama, hanya memakan waktu sekitar lima menit. Biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp 25 ribu.

 

Lakukan Pendaftaran

Langkah selanjutnya adalah melakukan pendaftaran dengan menyerahkan semua berkas atau persyaratan, seperti surat keterangan hilang, surat kesehatan, fotokopi KTP, dan fotokopi SIM (jika ada).  Biaya untuk mengurus SIM hilang ini adalah Rp. 75 ribu (SIM C), Rp. 80 ribu (SIM A&B) dan Rp. 30 ribu (SIM D). Jika sudah, ambil formulir kehilangan dan isi dengan lengkap. Pesan saya, hindari calo.



 

Serahkan Data Ke Bagian Arsip

Apabila formulir sudah diisi, serahkan formulir beserta berkas persyarata  bagian Arsip untuk dilakukan pengecekan dan mendapatkan legitimasi membuat SIM baru. Biaya yang harus dikeluarkan adalah 20 ribu rupiah. Setelah itu Anda akan diarahkan ke loket selanjutnya untuk mendapatkan legitimasi pembuatan SIM baru.

 

Datangi Loket verifikasi SIM

Selanjutnya, serahkan semua berkas ke loket verifikasi SIM untuk mengambil data SIM sebelumnya. Anda harus menunggu sekitar 10 – 15 menit untuk verifikasi. Jika data sudah sesuai, ada akan diberikan secarik kertas yang selanjutnya akan diserahkan pada saat Anda melakukan foto dan sidik jari. Di loket ini tidak ada biaya yang harus dikeluarkan.

 

Lakukan Foto dan Sidik Jari










Selanjutnya, pengambilan foto, sidik jari, tanda tangan, dan verifikasi ulang kelengkapan data Anda. Pastikan semua data yang tertera di SIM sudah benar dan tidak ada kesalahan nama, alamat, atau penulisan. Di loket ini tidak ada biaya yang harus dikeluarkan.

 

Datangi Loket Pengambilan SIM

Terakhir, Anda kunjungi loket pengambilan SIM.  Anda tidak perlu lama untuk duduk dan menunggu panggilan dari petugas. Jika sudah dipanggil, ambil SIM Anda menggunakan bukti pengambilan SIM yang diserahkan petugas.

 

Apabila sudah mendapatkan SIM yang baru, sebaiknya simpan di tempat yang aman agar tidak hilang kembali. Selain itu, pastikan kelengkapan dokumen Anda ketika berkendara, jangan sampai kena masalah hukum akibat dokumen tidak lengkap.


Semoga bermanfaat ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar